Kejahatan Terselubung Zona Nyaman

Pasti lo semua udah sering denger istilah zona nyaman atau comfort zone. Menurut gue, zona nyaman adalah sebuah kondisi atau suasana yang sudah sangat terbiasa dirasakan oleh seseorang dan dirasa layak untuk dirinya sendiri.

Semua hal yang terjadi di zona nyaman itu pasti bisa ditoleransi walaupun kadang ga baik. Misalnya, lo tetep bertahan di kantor lo yang menurut lo sangat nyaman, padahal lo tau banget kondisi keuangan di sana ga sejahtera (baca: gaji kecil). Tapi, berhubung udah terbiasa banget dengan kenyamanan lingkungan kantor itu, kita akan memilih tetep bertahan.. bukan karena emang kita bener2 cinta kantor itu, melainkan karena kita takut kondisi di luar zona nyaman itu akan lebih buruk.

takut melangkah padahal bisa aja ada kasur empuk di bawahnya..

Setiap orang yang akan meninggalkan zona nyamannya akan merasa ga enak. Kenapa? Karena dengan begitu dia akan kehilangan KENYAMANAN yang telah dirasakan selama ini. Kata “kenyamanan” sengaja gue kapitalin soalnya, sesuai namanya, itulah senjata pamungkas si zona nyaman.

Untuk keluar dari zona nyaman, dibutuhkan keberanian yang luar biasa. Karena, kita akan merasa terancam atau takut untuk mengulang dari awal proses interaksi dan adaptasi yang belum tentu menghasilkan kenyamanan. Walaupun zona baru itu menjanjikan hidup yang lebih baik, rasa tidak aman pasti muncul. Kondisi yang lebih baik masih sekadar janji, sedangkan zona nyaman adalah fakta nyata yang sudah kita rasakan. Itulah yang memicu ketakutan kita. Dan sebagai manusia normal, kita pasti punya naluri buat menghindari apa yang kita takuti.

Namun, semakin lama berada di zona nyaman, biasanya kita menjadi stagnan. Gitu-gitu aja.. Ga ada perkembangan sama sekali.. kalo pun ada perubahan, paling juga sedikit banget. Jadi, kita harus berani keluar dari zona nyaman kita.

Oke, gue emang bisa nulis panjang lebar tentang teori zona nyaman ini. Sayangnya, gue masih terperangkap di dalamnya. Kantor gue emang zona nyaman yang terbaik buat gue walaupun tidak mensejahterakan. Gue bener2 udah terbiasa buat masuk kerja sesuka hati, dengan baju sesuka hati, dan udah bisa pulang jam 1 siang! Gue selalu mikir apa gue bisa menikmati kerjaan dengan jam kantor normal yang harus pulang jam lima sore, bahkan lebih. Dan, lama-kelamaan, gue semakin terjebak di zona nyaman itu tanpa peduli kesejahteraan kantong.

suara hati

Semoga gue berani keluar dari zona nyaman ini. Jangan sampai karena terlalu nyaman, gue akhirnya “mati” di zona nyaman ini.

sumber gambar: mbah google.

One thought on “Kejahatan Terselubung Zona Nyaman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s