Stradivarius.. Oh, Stradivarius..

Huft.

Tulisan kali ini memang disebabkan adanya “huft moment” akibat belanja di Stradivarius. Salah satu brand gengnya MAP ini emang udah jadi salah satu tempat favorit gw buat beli tas. Harganya ga mahal, tapi kualitasnya bagus. Awet banget kalo dipake, Braaay.. Jauh banget sama Charles & Keith yang udah mahal, tapi kualitasnya menurut gue kurang oke.

Tapi , masalahnyaaaaaaa… Tas Stradivarius itu selalu menyusahkan hidup gue karena sensor alarmnya sering banget tiba-tiba aktif! Jadi, setiap masuk ke store lain, terutama store punya MAP, tas gue selalu bikin alarm bunyi! Dan solusi dari mbak2 kasirnya adalah harus kembali ke store tempat kita beli untuk menonaktifkan alarmnya. BRAVO!

Jadi, sodara-sodara.. Di dalam setiap tas Stardivarius, ada alarm tanam yang menurut mbak-mbak kasirnya bisa aktif kalo kena radiasi, terutama handphone. Dan alarm tanam kampret itu ditempel di dalam tas, di balik kain pelapisnya. Coba deh kalo kalian punya tas Stradivarius, kalian raba-raba bagian dalam tas itu dengan seksama.. Dijamin kalian akan merasakan ada benda yang nempel di bagian kulitnya.

Karena lelah bikin alarm bunyi, akhirnya gue memutuskan mendedel sedikit jahitan lapisan di dalam tas gue. Hasilnya, gue menemukan sensor alarm kampret yang jadi sumber masalah. Begini bentuknya.. (Btw, ini fotonya ngambil dari sini karena yang punya gue langsung gue patah-patahin saking geregetannya):

Tuh, begitulah bentukan sensor alarm kampret itu! Jadi kalau kalian ada yang mengalami masalah yang sama dengan gue, carilah sensor alarm itu di dalam tas. Percalayah, menggunting barcode yang ada di label mereknya bukan solusi.

Oke, masalah alarm yang ngeselin itu tetap ga bikin gue kapok buat belanja di Stradivarius. Bahkan, gue baru saja membeli tas lagi di sana. Tapi, lagi-lagi “huft moment” itu datang. Pas sampe rumah dan ngeluarin tasnya dari plastik, lalu mengecek kembali isi tas itu, gue menemukan ini…

MAGNET TASNYA BELOM DILEPAS, MALEEEEEEEH!!!!!

HUFT. HUFT. HUFT.

Mbak-mbaknya kelupaan nyopotin dan gue tentu saja malas untuk kembali lagi ke storenya di Grand Indonesia cuma buat ngelepas magnet kampret tersebut.

Setelah putus asa menarik dan memutar-mutar magnet itu–yang luar biasanya kerasnya–gue hampir memutuskan buat menggunting kainnya. Untungnya, gue teringat kalo belum meminta wangsit dari Mbah Google. Akhirnya, setelah mencari ke sana ke sini, kutemukan link ini. Ternyata, salah satu cara melepas security tag atau magnet sensor adalah menggunakan karet gelang!

Jadi, kita tinggal mengikatkan karet gelang di bagian sensornya sampai ketar banget. Kalo merasa belum terlalu ketat, kalian bisa pake beberapa buah kok. Gue aja makenya tiga karet.

Setelah itu, tinggal puter-puter magnet sensor itu dan voilaa… Bisa copot! Oh iya, jangan bayangkan momen muter sampe magnetnya lepas itu gampang ya. Emang sih bisa copot, tapi tetep aja butuh usaha cukup lama sampe bikin tangan gue merah.

Berhasil.. Berhasil.. HORE!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s