Review: Dear Me Beauty Matte Lip Cream

Image dari Sociolla

Holaaaaaa…

Kembali lagi bersama Njoph di sini. Jadi, ada yang belum sempat gue ceritakan di blog ini. Gue itu sekarang sangat kecanduan… beli lipstik! Asli! Setahun belakangan ini, jumlah lipstik gue udah ratusan dan gue nggak ngerti kenapa bisa jadi begini. Niat awalnya, sih, biar bisa buat dibikin review-nya di blog. Tapi apa daya, rasa malas terlalu besar.

Nah, untungnya niiiih… sekarang lagi muncul rajinnya. Gue kali ini mau me-review lip cream baru keluaran PT Garland Cantik Indonesia dan dibuat oleh PT Cedefindo. Namanya adalah Dear Me. FYI, PT Cedefindo itu juga membuat brand-brand lipstik dan lip cream yang kece-kece, kayak Esqa, Dissy, Candy Color, Val, Posy, Olla, Polka, MOB, SASC, dan ElsheSkin.

Packaging-nya gemesiin. Polkadot dan bibir di mana-mana. Hahahhaa. Kurang lebih kayak gini:

Review Dear Me

Review Dear Me

review dear me

review dear me

review dear me

review dear me

Awalnya, nih, gue sempet menyangka tulisan di kardusnya itu typo gara-gara nulisnya Matte Lip Creame. Ternyata, eh, ternyata, itu emang sengaja. Soalnya, hashtag lip cream ini adalah #ComfortMatteCreaMe. Jadi Dear Me CreaMe gitu ceritanya, cyiiin.

Lip cream ini nggak mengandung paraben dan disebut memiliki kandungan antioksidan untuk melindungi bibir dari radikal bebas. Jarang-jarang atau malah belum pernah ada ya, produk bibir yang punya kandungan antioksidan? Oia, ini juga cocok buat orang-orang yang vegan karena dibuat dari bahan-bahan alami alias plant based. Cocok juga buat pencinta binatang kayak gue karena cruelty-free. Sungguh lip cream yang mulia. Tsaaaaah.

Oia, begitu gue buka dan nyium aroma lip creamnya… makjaaaaaaaaaaaang.. rasanya langsung gue pengen jilat itu aplikatornya. Baunya enak banget. Perpaduan susu coklat, cake, atau apa pun yang enak banget, yawlaaaaah. Gue emang paling suka aroma yang manis-manis gini karena gue juga manis.

Dear Me ini punya delapan shade warna yang dinamakan pake embel-embel Dear semua, yaitu Dear Julie, Dear Anna, dan Dear Leya untuk warna-warna nude, Dear Kiki untuk warna pink, Dear Jessica dan Dear Ella untuk warna merah, serta Dear Jenny dan Dear Maya untuk warna gelap marun-ungu gitu.

review dear me

Warna-warna nude-nya bagus-bagus bangeeeeeet. Dear Julie itu nude ke cokelat, Dear Anna itu nude ke pink, Dear Leya nude ke terracotta alis coklat keoren-orenan. Nah buat merahnya, Dear Jessica juaraaa! Warna merah cabe keren banget. Pake ini langsung berasa kayak Gwen Stefani.

Teksturnya nggak terlalu cair dan pigmented. Eh, tapi buat Dear Kiki cenderung lebih sheer dan glossy dibanding yang lain, deng. Nggak tau ini perasaan gue doang atau gimana, tapi gue merasa ada hint rasa mint pas make lip cream ini. Tapi, pas temen gue pake dia bilang nggak.

Oia, lip cream ini nggak transferproof ya. Tapi, nggak cepet ilang juga di bibir. Kalo dipake makan yang brutal, cuma warna di bibir bagian dalam yang udah ilang. Yang gue suka lagi, beneran enak dipake. Tetep berasa pake lipstik, sih. Cuma nggak ganggu dan n juga nggak memperjelas garis-garis di bibir. Abis dipake dia juga nggak langsung cepet matte gitu jadi ngga kering di bibir.

Dear Me ini udah bisa di beli di Sociolla dengan harga Rp 89.900 aja.

Selamat mencobaaaaa!

Advertisements

Review Vendor Undangan: Cyra Design

Iya.. Gue tahu.. Udah telat lama banget buat review semua printilan kawinan.. Tapi daripada nggak sama sekali yee kaaan..

Buat acara kewongan kemaren, gue menggunakan jasa Cyra Design milik desainer grafis Nancy Tjakra. Berhubung udah kenal baik dan gue tahu banget gaya desainnya dia, dari awal gue emang udah niat bikin undangan di Cyra.

Gue sengaja bikin undangan yang simpel aja. Selembar. Dari bahan karton agak tebal dan cukup dibungkus plastik. Selain undangan udah pasti bakal dibuang sama orang, gue juga mau menekan bujet. Ga ada deh dalam kamus gue bikin undangan bergengsi demi teman-teman ortu. Karena semua bujet ditangggung sendiri sama gue dan pacar, keluarga pun menyerahkan sepenuhnya sama kami.

Namanya juga vendor undangan, Cyra Design ini bisa merealisasikan beragam ide yang kita mau. Yang gue suka, baru gue omongin via WhatsApp tentang undangan yang gue mau, besok paginya, Nancy udah memberikan gue draft pertama undangan itu. Kilat sekali, sodara-sodara! Dan hebatnya, emang sesuai kemauan gue. Sampai akhirnya undangannya jadi, gue cuma butuh beberapa kali revisi. Itu pun revisi nggak penting-penting amat sih. Yang pertama, gue mau tahi lalat si pacar di undangan terlihat lebih tebal. Revisi kedua, gue mau warna kulit pacar dibuat lebih gelap dibanding kulit gue. Hahaha..

Setelah jadi, beginilah undangan gue…

WEDDING NJOPH (1)
Tampilan depan undangan tanpa nama ortu.
2016-05-22_21.05.05
Tampilan depan undangan dengan nama ortu. Iya, itu bagian merah yang ngeblur adalah nama ortu kami. Sengaja dibikin ngeblur untuk menghindari tindakan kriminalitas. *tsaaaah

Undangan yang menyertakan nama orangtua sengaja dibuat untuk ngasih ke keluarga besar, temen bokap/nyokap yang udah dianggap kayak keluarga, serta para tetangga dekat. Sisanya, pake undangan yang tanpa nama ortu.

Nah, kalo tampilan belakangnya kayak gini…

WEDDING NJOPH2
Tampilan belakang isinya cuma peta simpel yang dibuat unyu-unyu gitu.

Buat kalian yang masih bingung mau bikin undangan yang murah meriah tapi kece di mana, gue menyarankan coba ke Cyra Design. Apalagi kalo kalian mau undangannya custom. Kalian bisa cek di Instagram @cyra_design dan liat kontaknya di bio IG itu.

Kalo misalnya mau studi banding dulu juga boleh. Cek undangan yang kalian pengen di Tebet (yang jadi pusat undangan sejuta umat, tapi ga gue kunjungin sekali pun karena gue nggak tertarik undangan mainstream), tanya harga, lalu bandingin dengan harga di Cyra. Karena sesungguhnya survei harga adalah kewajiban penting bagi para calon pengantin, bukan? Hehe..

Ya sudah kalo gitu.. Tunggu review vendor lainnya dari gue yaa.. Kalo ada pertanyaan tentang harga undangan yang gue bikin, silakan kontak gue ke fanny.indriawati@gmail.com. Gue dengan senang hati akan membantu para calon pengantin yang lagi pusing mikirin vendor..

Dadah babaaai!

Sukses Belanja di Althea

Hai.. Hai..

Kali ini, gue mau cerita tetang kesuksesan gue belanja dari situs Korea. Jadi, sebagai cewek yang borosnya tiada tara ini, gue paling ga bisa tahan buat beli produk-produk skin care. Nah, waktu tahu ada online shop korea yang bisa shipping ke Indonesia, gue langsung nyoba tanpa ragu. Online shop itu adalah…. Althea.

Begitu buka situsnya, gue langsung semangat pengen beli macem-macem. Setelah menimbang-nimbang, akhirnya gue memutuskan membeli beberapa masker unyu di Althea.

Dari banyak review, konon kabarnya Althea ini bisa mengirim dari Korea Selatan ke Jakarta hanya dalam waktu 3-4 hari. Padahal, kalau di situsnya kalo nggak salah dibilangnya 10 harian deh. Gue pun semakin semangat mencoba.

Gue belanja tanggal 27 April dan akhirnya sampai di rumah tanggal 3 Mei. Lebih dari 4 hari, tapi di bawah 10 hari sih.

IMG_20160507_220539
Pas dateng, warna plasti pembungkusnya pink begini. Ada stiker Althea di bagian sampingnya. Plastiknya dilem dengan rapat.

Dilihat dari alamatnya, belanjaan gue ini dikirim dari Yeongdong-daero Gangnam-gu, Seoul. Entah di mana itu karena gue belom pernah ke Korea.

Pas gue buka si plastik pink, di dalemnya ternyata masih dibungkus lagi pake bubble wrap. Mantap. Rapi banget ngebungkusnya.

IMG_20160515_125829

Boksnya warna pink, mirip kayak boks Sociolla. Bedanya, bagian tutupnya Althea, nempel sama boksnya. Kalo Sociolla kan bisa dilepas-pasang. Oia, nggak cuma boksnya yang dibungkus bubble wrap, tapi juga produk-produk yang gue beli.

Gue beli empat produk di Althea. Ini penampakannya… Tinggal klik aja biar fotonya keliatan gede..

Jadi, gue beli tiga masker muka dan satu masker bibir. Buat muka, gue beli Skinfood Black Sugar Mask, B&Soap Mamie Blue, dan Carbonated Bubble Clay Mask (yang lagi ngehist banget). Nah, kalo buat bibir, gue beli Holika Holika Gold Monkey Glamour Lip 3 Step. Buat produk yang terakhir ini gue beli karena gambarnya monyet, hahaha.

Sampai hari ini, belum ada satu pun yang gue buka buat dicobain. Jadi gue belum bisa kasih reviewnya gimana. Tapi kayaknya yang bakal gue buka duluan adalah masker Mamie Blue. Soalnya, banyak yang bilang masker ini enak banget pas dipake karena salah satu bahannya adalah mint. Pasti muka jadi dingin-dingin gimana gitu.

Okelah kalo begitu. Sekian dulu edisi nyampah kali ini. Kalo kalian mau tahu harga produknya, tinggal klik aja di namanya karena gue masukin hyperlink-nya. Kayaknya, besok-besok gue juga bakal belanja lagi di Althea kalo uangnya ada.

Dadah babai!

Cuss!

 

Review: 1-DAY ACUVUE DEFINE

Belakangan ini agak males buka blog karena harus melihat Daisypath yang ngasih tahu hitungan mundur menjelang hari H. Bikin gue makin senewen, panik, dan heboh sendiri–maklum Virgo. Emang sih bisa dihapus, tapi kan pengen ikutan kayak pasangan lain yang masang begituan di blog mereka. tsaaah..

Buat yang penasaran, akhirnya gue memutuskan menggunakan vendor Permata Catering. Selain karena ada paket internasional, makanannya juga enak dan harganya murah. Tapi masalah katering ini akan gue bahas lebih lanjut di lain waktu. Soalnya, kali ini gue mau menceritakan kemajuan pesat dalam hidup gue: BERANI PAKE SOFTLENS!!!

Dari dulu, gue paling ga berani mengutak-utik bagian mata karena emang sensitif banget. Ditambah lagi, ukuran mata gue sangat minimalis karena cuma segaris. Setiap pake eyeliner di bawah mata, langsung keluar air mata dan mendadak merah banget. Jadi, memasukkan sesuatu ke dalam mata adalah hal yang sebelumnya amat sangat gue hindari.

Nah, urusan kewongan ini bikin gue mau ga mau HARUS nyoba pake softlens karena ga mungkin banget kan gue udah kece-kece pake wedding gown atau kebaya, eh tetep pake kacamata. Bayanginnya langsung drop. Kalo lepas kacamata doang tanpa softlens, sepanjang resepsi dijamin gue rabun karena mata gue minus 5.

Karena nggak berani makenya, niat untuk beli softlens pun selalu ditunda-tunda. Namun, memang Tuhan memberikan jalan…. gue ditugaskan menjajal produk baru Acuvue. Jeng jeng jeng jeeeeeeng….!!!!

Gue udah sempat mengoper tugas ini ke Joey dan Peo, tapi mereka menolak karena ngeri pake softlens. Jadinya, tetap gue yang menjalankan tugas mulia tersebut. Akhirnya, di siang hari yang cerah, berangkatlah gue ke Optik Melawai GI untuk bertemu PR Acuvue.

Momen mengerikan pun tiba. Setelah periksa minus mata, gue harus mencoba softlensnya. Setelah cuci tangan, gue duduk manis di depan cermin, meletakkan softlens di ujung telunjuk kanan, membuka mata kanan lebar-lebar dengan tangan kiri, mendekatkan softlens ke mata kanan, daaaaaan….. mata gue langsung merem sebelum softlens masuk ke mata.. dan itu terjadi berulang-ulang..

Karena putus asa, gue pasrah ketika Dyan dari Agrakom (PR-nya Acuvue) memberi solusi supaya mas optiknya aja yang makein. Setelah berjuang bersama mas-mas optik selama 15 menit, softlens berhasil terpasang di mata gue!!! Saat itu, gue pengen banget nebar confetti.

Hebatnya, si Acuvue ini tampaknya emang cocok buat pengguna baru softlens. Di mata sama sekali ga terasa ganjel. Mata gue yang sangat sensitif pun cocok banget pake softlens ini. Dan keuntungan lainnya, dia adalah soflens harian jadi pas buat gue yang belum punya pengalaman melepas softlens. Kenapa gue bilang gitu? Ini sebabnya:

Liat kan betapa hancurnya salah satu softlens? Itu karena gue ga bisa mengeluarkannya dari mata secara benar, hahahaha… Ditambah lagi, gue geregetan banget karena ga bisa-bisa ngambil softlensnya dari mata. Soalnya, setiap jari mau masuk ke mata, lagi-lagi gue merem. Asli, momen melepas softlens bagi gue lebih menyeramkan daripada masangnya. Gue sampe nonton video tuturial acuvue di Youtube, trus minta petunjuk ke Vini dan Lucky yang sering make softlens. Setelah berjuang berjam-jam (ini ga lebay, beneran berjam-jam!), akhirnya gue sukses mengeluarkannya dan karena geregetan, softlensnya langsung gue bejek-bejek. Bayangkan kalo gue makenya softlens bulanan… bisa tekor! Lagian, buat gue yang sering parno urusan kebersihan, softlens harian emang lebih enak.

Acuvue Define ini punya tiga warna, yaitu Accent Style (Black), Natural Shine (Gray Gold), sama Vivid Style (Brown). Gue pake yang Accent Styles sama Vivid Style soalnya terlihat natural di mata. Kalo katanya si pacar sih beneran ga kayak pake softlens. Satu kotak isinya 30 biji alias 15 pasang. Untungnya minus mata kanan sama kiri gue sama jadi nggak ribet makenya. Dan inilah yang gue punya:

Gue punya empat kotaaaak… muahahahaha… berasa horang kayaaa…

Oia, karena sudah lebih sering makenya, gue pun lebih beradab ketika melepasnya. Bahkan di hari kedua gue make softlens, pas gue lepas pun ga pake adegan bejek2 lagi.. tapi tetep belom jago banget sih.. Sampe sekarang tetap butuh waktu juga kalo buat masang sama ngelepasinnya. Cuma setidaknya, ga selama di waktu pertama make. Oia, gue selama ini makenya juga tanpa pake obat tetes sama sekali dan masih tetap nyaman di mata. Nggak berasa kering atau perih meskipun dipake lebih dari 10 jam. Memuaskan banget deh pokoknya. Makanya, gue sangat merekomendasikan softlens ini buat para hadirin yang baru mau menggunakan softlens untuk pertama kalinya. Selamat mencoba!

PS: Ini bukan review berbayar.. sesekali aja pengen berasa beauty blogger.. haha.. sekian dan terima kasih..

salam olahraga!

Review Minimalis: Permata Catering, Wifa, Hendra Pelangi, Nendia Primarasa

(image: http://vi.sualize.us/)
(image: http://vi.sualize.us/)

Gue masih belum dalam mood bercerita tentang konser 1D. Mungkin nanti di postingan setelah ini. Kali ini, gue mau melanjutkan dulu ngomongin hal-hal terkait kawinan. Huft.

Urusan gedung udah beres. Akhirnya, gue dan si pacar memilih Langen Palikrama, Pegadaian. Sebenarnya, emang langsung jatuh cinta pada pandangan pertama sih waktu itu. Gedungnya yang terlihat klasik bikin keren.

Masalah gedung terselesaikan, kini kami ribet nyari katering yang pas. Beberapa katering yang udah kami ikutin test foodnya adalah Permata Catering, WIFA, Nendia Catering, dan Hendra Pelangi. Hmm, sebenernya kalo Hendra Pelangi nggak dihitung test food resmi sih. Soalnya, kami nyoba pas lagi survei Gedung Cawang Kencana hehehe. Tapi itu pun langsung bertekad ga mau pake katering ini karena jorok. Pas nyoba somay, mas-masnya nuangin bumbu belepotan kena taplak. Kesannya jadi berantakan banget.

Nah buat yang Permata, Wifa, dan Nendia, kami memang dapet undangan langsung dari para marketingnya. Soal rasa, ketiganya memuaskan. Suka sama Wifa karena orang kateringnya ngejagain makanannya nggak cuma di gubukan-gubukan, tapi juga di bagian puding dan buah-buahan. Biasanya kan kalo di kawinan, bagian dessert ini ga pernah ada yang jaga jadi terkadang suka ada lalat-lalat nakal (ya mungkin ini tergantung gedungnya juga sih). Kalo ada mas-masnya, paling nggak pas ada lalat, mereka tinggal mengibaskan tangan untuk mengusir.

Kekurangan Wifa adalah… nggak menyediakan rekanan bridal yang cocok dan jarang dipake untuk nikahan konsep internasional. Gue sama pacar emang niatnya mau pake dress dan jas aja. Nah, rekanan rias pengantin sama busana si Wifa ini cuma Ratu Wedding yang fokusnya untuk kawinan tradisional. Paketan kateringnya pun nggak ada yang internasional.

Sekarang di saat gue sedang menimbang-nimbang antara Permata dan Nendia, muncullah keinginan untuk menjajal Nabilla Catering. Bukannya makin mengerucut malah makin banyak mau deh gue. Hiks. Aku pusing…

😥

Review: Cawang Kencana, BKOW, Pegadaian, & Dharma Wanita

Meskipun ga punya tanggal jadian, gue dan si pacar sudah bisa mengira-ngira, menelaah, dan meyakini bahwa tahun 2015 ini adalah tahun ketujuh kami bersama. Kami pun akhirnya memutuskan mulai siap-siap menuju jenjang selanjutnya. Tsaelaaaah.. *tumplak dung ces*

Kalau biasanya pihak cewek yang semangat atau getol ngajak nikah, yang terjadi pada kami adalah sebaliknya. Si pacar malah lebih semangat, mulai dari ngajak ke wedding fair, ngintip-ngintip toko emas dengan tatapan nanar, sampai mensurvei gedung. Mungkin dia takut rambut gue keburu memutih semua kali. *btw, rambut gue emang mulai ada ubannya meski cuma sehelai dua helai.. hiks.. :'(*

Setelah perjuangan milih gedung yang tak tentu rimbanya via online, kami akhirnya hanya sempat keempat gedung, yaitu Cawang Kencana, BKOW, Langen Palikrama, dan Dharma Wanita. Berhubung dana pernikahan beneran dari tabungan kami berdua doang tanpa bantuan keluarga, jadi alangkah baiknya Anda yang membaca blog ini memberikan bantuan berupa dana tunai benar-benar harus bijak memilih agar dapat yang tepat.

Nah, sekarang gue mau memberikan review plus bocoran harga sewa empat gedung itu untuk tahun 2015. Cekidot!

Pas dateng ke Gedung Cawang Kencana, gue langsung ga sreg. Soalnya untuk ke tempat resepsinya harus naik melalui tangga melingkar gitu. Kesannya emang mewah sih. Tapi repot banget harus naik-turun tangga karena pas resepsi, gubukan biasanya akan dipajang di lantai bawah. Kalo ga salah, harga sewanya 10,5 juta. Gue ga sempet foto jadi yang penasaran sama bentuk Gedung Cawang Kencana dan interiornya, silakan googling.

Gedung kedua yang gue survei adalah BKOW di Radin Inten. Harga sewanya 8,5 juta aja. Gedungnya bagus dan begitu masuk, AC-nya dingin jadi bikin betah. Tapi niat untuk memilih gedung itu pupus karena lokasinya yang susah ditempuh. Dari Kalimalang sih lebih enak rutenya. Tapi kalo nyuruh tamu melewati kemacetan Kalimalang yang haram jadah banget di malam minggu, tampaknya gue ga tega. Konon kabarnya lagi, BKOW ini katanya chargenya cukup besar. Belum sempet memastikan lagi sih karena udah langsung membatalkan diri ngadain acara di situ.

Gedung ketiga yang kami kunjungi adalah Gedung Langen Palikrama Pegadaian. Lokasinya di Jalan Kramat–Salemba sanaan dikit.
Harga sewanya 10 juta. Gedungnya model lama gitu ala-ala gedung peninggalan Belanda. Parkirannya bisa muat sampai 300 mobil. Ini beberapa penampakannya:

image

image

image

image

image

image

Berlanjut ke gedung keempat, yaitu Dharma Wanita di Rasuna Said. Deket sama kantor dan pernah dipake Femina Group buat halalbihalal abis Lebaran. Harga sewa 8,8 juta dan gedungnya ciamik banget, tapiiiii parkiran cuma muat 80 mobil, sodara-sodara! Jadi tamu harus parkir di luar gedung, di jalan gitu. Tapi, disediain satpam buat ngatur mobil yang parkir di luar sih katanya. Ini penampakannya…

image

image

image

image

image

image

Nah, sekarang ini, tinggal Dharma Wanita dan Langen Palikrama yang mengganggu ketenangan batin kami. Bingung milihnya!
Huft.

Oia, foto-foto di atas belum sempat diwatermark atau apa pun itu yang menandakan foto milik gue pribadi. Jikalau ada yang mengambil untuk diposting ulang, bolehlah sekiranya mencantumkan sumbernya. Kalo ga nulis, gue sumpahin rambut lo menipis. *kalem*

Review Sewa Motor Pamitran

Tanggal 12-16 Desember, gw sama si pacar liburan lagi ke Yogyakarta.. Karena ini udah kedua kalinya gw liburan sama dia ke sana, setidaknya udah punya pengalaman berlebih, termasuk buat memilih tempat sewa motor terbaik.
Sama kayak tahun lalu, gw milih Pamitran Motor buat sewa motor. Waktu itu dapet nomornya dari situs yogyes (situs yang amat sangat membantu kalo para hadirin sekalian ingin berlibur ke Yogya!). Kenapa milih Pamitran? Alasannya simpel: karena bersedia nganter jemput motor di lokasi sesuai kemauan penyewa. Sangat membantu sekali buat gue yang pemalas ga mau ribet.
Jadi, sehari sebelum gw berangkat ke yogya, si pacar menghubungi Pamitran supaya besoknya motor sewaan dianter ke bandara pas gw dan dia sampe yogya. Dan emang bener, besok malamnya dua kru Pamitran nganter motor itu sampe ke bandara. Mereka menyerahkan motor, dua helm, dan satu jas hujan, sedangkan kami diminta menyerahkan 3 jenis ID atau tiket sebagai jaminan. Saat itu, kami ngasih KTP si pacar, tiket kereta buat pulang, dan ID Pers gw. Kami juga harus bayar dimuka uang untuk sewa. Untuk motor mio, 50 ribu sehari. Harganya belum berubah dari tahun kemaren gw ke sana.
Motor itu gw sewa sampe tanggal 16 dan baru kami kembaliin di stasiun pas mau balik ke Jakarta. Tinggal telepon mereka, motor itu pun kembali ke pangkuan Pamitran yang sigap menjemput. Oia, jenis motor bisa dipilih sendiri saat kita mau sewa. Waktu kemaren itu sih si pacar mintanya vario. Tapi karena emang lagi pada disewa, dapetnya mio deh. Mereka juga nyediain mobil buat yang lebih nyaman bermobil.
Selama dua kali mencoba layanan Pamitran sih kami belum pernah dikecewakan. Jadi mungkin bisa sodara-sodara sekalian jadikan pilihan jika ingin menyewa kendaraan di Yogya. Gw belum nyoba penyewaan motor lainnya sih. Males nyari yang lain lebih tepatnya, hehehehe. Jadi semoga kepuasan memakai jasa Pamitran juga bisa kalian rasakan. Kalau ternyata kalian apes ya apa boleh buat.. Mungkin memang nasib kita yang berbeda…
Sekian dan terima kasih..
Salam olahraga!