0

Review Vendor Undangan: Cyra Design

Iya.. Gue tahu.. Udah telat lama banget buat review semua printilan kawinan.. Tapi daripada nggak sama sekali yee kaaan..

Buat acara kewongan kemaren, gue menggunakan jasa Cyra Design milik desainer grafis Nancy Tjakra. Berhubung udah kenal baik dan gue tahu banget gaya desainnya dia, dari awal gue emang udah niat bikin undangan di Cyra.

Gue sengaja bikin undangan yang simpel aja. Selembar. Dari bahan karton agak tebal dan cukup dibungkus plastik. Selain undangan udah pasti bakal dibuang sama orang, gue juga mau menekan bujet. Ga ada deh dalam kamus gue bikin undangan bergengsi demi teman-teman ortu. Karena semua bujet ditangggung sendiri sama gue dan pacar, keluarga pun menyerahkan sepenuhnya sama kami.

Namanya juga vendor undangan, Cyra Design ini bisa merealisasikan beragam ide yang kita mau. Yang gue suka, baru gue omongin via WhatsApp tentang undangan yang gue mau, besok paginya, Nancy udah memberikan gue draft pertama undangan itu. Kilat sekali, sodara-sodara! Dan hebatnya, emang sesuai kemauan gue. Sampai akhirnya undangannya jadi, gue cuma butuh beberapa kali revisi. Itu pun revisi nggak penting-penting amat sih. Yang pertama, gue mau tahi lalat si pacar di undangan terlihat lebih tebal. Revisi kedua, gue mau warna kulit pacar dibuat lebih gelap dibanding kulit gue. Hahaha..

Setelah jadi, beginilah undangan gue…

WEDDING NJOPH (1)

Tampilan depan undangan tanpa nama ortu.

2016-05-22_21.05.05

Tampilan depan undangan dengan nama ortu. Iya, itu bagian merah yang ngeblur adalah nama ortu kami. Sengaja dibikin ngeblur untuk menghindari tindakan kriminalitas. *tsaaaah

Undangan yang menyertakan nama orangtua sengaja dibuat untuk ngasih ke keluarga besar, temen bokap/nyokap yang udah dianggap kayak keluarga, serta para tetangga dekat. Sisanya, pake undangan yang tanpa nama ortu.

Nah, kalo tampilan belakangnya kayak gini…

WEDDING NJOPH2

Tampilan belakang isinya cuma peta simpel yang dibuat unyu-unyu gitu.

Buat kalian yang masih bingung mau bikin undangan yang murah meriah tapi kece di mana, gue menyarankan coba ke Cyra Design. Apalagi kalo kalian mau undangannya custom. Kalian bisa cek di Instagram @cyra_design dan liat kontaknya di bio IG itu.

Kalo misalnya mau studi banding dulu juga boleh. Cek undangan yang kalian pengen di Tebet (yang jadi pusat undangan sejuta umat, tapi ga gue kunjungin sekali pun karena gue nggak tertarik undangan mainstream), tanya harga, lalu bandingin dengan harga di Cyra. Karena sesungguhnya survei harga adalah kewajiban penting bagi para calon pengantin, bukan? Hehe..

Ya sudah kalo gitu.. Tunggu review vendor lainnya dari gue yaa.. Kalo ada pertanyaan tentang harga undangan yang gue bikin, silakan kontak gue ke fanny.indriawati@gmail.com. Gue dengan senang hati akan membantu para calon pengantin yang lagi pusing mikirin vendor..

Dadah babaaai!

0

Review Minimalis: Permata Catering, Wifa, Hendra Pelangi, Nendia Primarasa

Gue masih belum dalam mood bercerita tentang konser 1D. Mungkin nanti di postingan setelah ini. Kali ini, gue mau melanjutkan dulu ngomongin hal-hal terkait kawinan. Huft.

Urusan gedung udah beres. Akhirnya, gue dan si pacar memilih Langen Palikrama, Pegadaian. Sebenarnya, emang langsung jatuh cinta pada pandangan pertama sih waktu itu. Gedungnya yang terlihat klasik bikin keren.

Masalah gedung terselesaikan, kini kami ribet nyari katering yang pas. Beberapa katering yang udah kami ikutin test foodnya adalah Permata Catering, WIFA, Nendia Catering, dan Hendra Pelangi. Hmm, sebenernya kalo Hendra Pelangi nggak dihitung test food resmi sih. Soalnya, kami nyoba pas lagi survei Gedung Cawang Kencana hehehe. Tapi itu pun langsung bertekad ga mau pake katering ini karena jorok. Pas nyoba somay, mas-masnya nuangin bumbu belepotan kena taplak. Kesannya jadi berantakan banget.

Nah buat yang Permata, Wifa, dan Nendia, kami memang dapet undangan langsung dari para marketingnya. Soal rasa, ketiganya memuaskan. Suka sama Wifa karena orang kateringnya ngejagain makanannya nggak cuma di gubukan-gubukan, tapi juga di bagian puding dan buah-buahan. Biasanya kan kalo di kawinan, bagian dessert ini ga pernah ada yang jaga jadi terkadang suka ada lalat-lalat nakal (ya mungkin ini tergantung gedungnya juga sih). Kalo ada mas-masnya, paling nggak pas ada lalat, mereka tinggal mengibaskan tangan untuk mengusir.

Kekurangan Wifa adalah… nggak menyediakan rekanan bridal yang cocok dan jarang dipake untuk nikahan konsep internasional. Gue sama pacar emang niatnya mau pake dress dan jas aja. Nah, rekanan rias pengantin sama busana si Wifa ini cuma Ratu Wedding yang fokusnya untuk kawinan tradisional. Paketan kateringnya pun nggak ada yang internasional.

Sekarang di saat gue sedang menimbang-nimbang antara Permata dan Nendia, muncullah keinginan untuk menjajal Nabilla Catering. Bukannya makin mengerucut malah makin banyak mau deh gue. Hiks. Aku pusing…

😥

5

Review: Cawang Kencana, BKOW, Pegadaian, & Dharma Wanita

Meskipun ga punya tanggal jadian, gue dan si pacar sudah bisa mengira-ngira, menelaah, dan meyakini bahwa tahun 2015 ini adalah tahun ketujuh kami bersama. Kami pun akhirnya memutuskan mulai siap-siap menuju jenjang selanjutnya. Tsaelaaaah.. *tumplak dung ces*

Kalau biasanya pihak cewek yang semangat atau getol ngajak nikah, yang terjadi pada kami adalah sebaliknya. Si pacar malah lebih semangat, mulai dari ngajak ke wedding fair, ngintip-ngintip toko emas dengan tatapan nanar, sampai mensurvei gedung. Mungkin dia takut rambut gue keburu memutih semua kali. *btw, rambut gue emang mulai ada ubannya meski cuma sehelai dua helai.. hiks.. :'(*

Setelah perjuangan milih gedung yang tak tentu rimbanya via online, kami akhirnya hanya sempat keempat gedung, yaitu Cawang Kencana, BKOW, Langen Palikrama, dan Dharma Wanita. Berhubung dana pernikahan beneran dari tabungan kami berdua doang tanpa bantuan keluarga, jadi alangkah baiknya Anda yang membaca blog ini memberikan bantuan berupa dana tunai benar-benar harus bijak memilih agar dapat yang tepat.

Nah, sekarang gue mau memberikan review plus bocoran harga sewa empat gedung itu untuk tahun 2015. Cekidot!

Pas dateng ke Gedung Cawang Kencana, gue langsung ga sreg. Soalnya untuk ke tempat resepsinya harus naik melalui tangga melingkar gitu. Kesannya emang mewah sih. Tapi repot banget harus naik-turun tangga karena pas resepsi, gubukan biasanya akan dipajang di lantai bawah. Kalo ga salah, harga sewanya 10,5 juta. Gue ga sempet foto jadi yang penasaran sama bentuk Gedung Cawang Kencana dan interiornya, silakan googling.

Gedung kedua yang gue survei adalah BKOW di Radin Inten. Harga sewanya 8,5 juta aja. Gedungnya bagus dan begitu masuk, AC-nya dingin jadi bikin betah. Tapi niat untuk memilih gedung itu pupus karena lokasinya yang susah ditempuh. Dari Kalimalang sih lebih enak rutenya. Tapi kalo nyuruh tamu melewati kemacetan Kalimalang yang haram jadah banget di malam minggu, tampaknya gue ga tega. Konon kabarnya lagi, BKOW ini katanya chargenya cukup besar. Belum sempet memastikan lagi sih karena udah langsung membatalkan diri ngadain acara di situ.

Gedung ketiga yang kami kunjungi adalah Gedung Langen Palikrama Pegadaian. Lokasinya di Jalan Kramat–Salemba sanaan dikit.
Harga sewanya 10 juta. Gedungnya model lama gitu ala-ala gedung peninggalan Belanda. Parkirannya bisa muat sampai 300 mobil. Ini beberapa penampakannya:

image

image

image

image

image

image

Berlanjut ke gedung keempat, yaitu Dharma Wanita di Rasuna Said. Deket sama kantor dan pernah dipake Femina Group buat halalbihalal abis Lebaran. Harga sewa 8,8 juta dan gedungnya ciamik banget, tapiiiii parkiran cuma muat 80 mobil, sodara-sodara! Jadi tamu harus parkir di luar gedung, di jalan gitu. Tapi, disediain satpam buat ngatur mobil yang parkir di luar sih katanya. Ini penampakannya…

image

image

image

image

image

image

Nah, sekarang ini, tinggal Dharma Wanita dan Langen Palikrama yang mengganggu ketenangan batin kami. Bingung milihnya!
Huft.

Oia, foto-foto di atas belum sempat diwatermark atau apa pun itu yang menandakan foto milik gue pribadi. Jikalau ada yang mengambil untuk diposting ulang, bolehlah sekiranya mencantumkan sumbernya. Kalo ga nulis, gue sumpahin rambut lo menipis. *kalem*