2016 = Amsyong

Halo semuaaaa..

Setelah sekian lama gue anggurin, akhirnya blog ini kembali terisi. Sebenarnya sih karena ga mau kalah aja sama Joey yang sekarang rutin nulis blog. Jiwa kompetitif gue sangat tinggi soalnya, hahaha..

Btw, gue mau merekap apa aja yang udah terjadi selama gue ga nulis blog. Yang jelas, gue udah nikah (alhamdulillah ada yang khilaf mau nikahin gue.. hahaha), udah bulan madu, udah sempet naik jabatan, dan sekarang melihara kucing.

Tapi, memasuki tahun 2016, gue merasa hidup gue awut-awutan. Amsyong banget, braaay!!! Eits, gue ngomong begini bukan berarti gue ga mensyukuri karunia dan rezeki dari Tuhan ya.. Jadi kalo ada yang sok mau komentar–termasuk komentar dalam hati–kalo gue ga bisa bersyukur, lebih baik dibatalkan. Setiap hari gue bersyukur kok, tapi namanya manusia, ngeluh boleh dong..

tumblr_mxhe61Napk1r89gcuo1_500
Foto ini mewakili perasaan gue saat ini. Gloomy.  (pic: weheartit)

Jadi sodara-sodara, di tahun 2016 ini entah mengapa hidup gue suram banget. Banyak hal-hal yang mungkin muncul untuk menguji kesabaran gue. Pertama, muncul makhluk kampret, sebut saja namanya Perkedel, yang amat sangat membuat tensi gue meningkat. Sebenarnya kehadirannya sudah ada sejak akhir tahun lalu, tapi baru memasuki tahun 2016 inilah si Perkedel semakin menunjukkan kekampretannya. Kebebalan si Perkedel membuat gue ingin menangis menahan amarah.

Di akhir bulan Februari, kaki gue amburadul. Betis kiri gue koyak dalam arti sebenarnya. Nanti mungkin akan gue ceritakan lebih jelas di blog berikutnya. Intinya, peristiwa ini membuat betis gue sampai tulisan ini dibuat masih harus diperban. Dan kelak saat perban sudah boleh dibuka, akan ada bekas gigitan yang cukup besar di betis gue. Betis gue ga akan mulus lagi.

Nah, peristiwa yang paling menggoncang hidup gue adalah CITA CINTA BUBAR! Oke, sebenernya sih katanya merger sama Femina, tapi selama gue ga lagi terlibat di dalamnya, gue akan tetap menganggap CC BUBAR. Majalah udah ga ada, web juga, brand-nya pun hilang tanpa jejak. Tewasnya CC ini bikin gue nangis hampir tiap malam. Gue amat sangat kehilangan. Gue ga lebay, tapi terakhir kali gue merasakan kesedihan yang sama kayak gini adalah sewaktu bokap meninggal. Iya, sesayang itu gue sama Cita Cinta.

Gue sayang sama majalahnya, gue sayang sama orang-orang yang bekerja di dalamnya. Buat gue, CC lebih dari sekedar tempat kerja. Gue tetap bertahan kerja ya karena gue ga mau kehilangan CC. Sekarang setelah CC ga ada, gue beneran ga punya semangat kerja. Gue ga bisa lagi menikmati yang gue kerjakan. Entah perasaan kayak gini akan bertahan sampai kapan. Mungkin perasaan sedih dan patah hati ini akan lebih cepat hilang kalo gue masih bisa kerja bareng mereka. Tapi karena gue sekarang harus menghadapinya sendiri, sakit banget, men! Kadang, gue masih berharap kalo ini semua mimpi. Atau kelak, kami bisa balik lagi jadi satu tim yang kompak, yang cerdas, ceria, meskipun ga cantik-cantik amat.

Huft.

Semoga ke depannya, 2016 lebih banyak memberikan tawa buat gue dan buat kita semua. Mari kita aminkan bersama, sodara-sodara… AMIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIN!!!!

Advertisements

Review: 1-DAY ACUVUE DEFINE

Belakangan ini agak males buka blog karena harus melihat Daisypath yang ngasih tahu hitungan mundur menjelang hari H. Bikin gue makin senewen, panik, dan heboh sendiri–maklum Virgo. Emang sih bisa dihapus, tapi kan pengen ikutan kayak pasangan lain yang masang begituan di blog mereka. tsaaah..

Buat yang penasaran, akhirnya gue memutuskan menggunakan vendor Permata Catering. Selain karena ada paket internasional, makanannya juga enak dan harganya murah. Tapi masalah katering ini akan gue bahas lebih lanjut di lain waktu. Soalnya, kali ini gue mau menceritakan kemajuan pesat dalam hidup gue: BERANI PAKE SOFTLENS!!!

Dari dulu, gue paling ga berani mengutak-utik bagian mata karena emang sensitif banget. Ditambah lagi, ukuran mata gue sangat minimalis karena cuma segaris. Setiap pake eyeliner di bawah mata, langsung keluar air mata dan mendadak merah banget. Jadi, memasukkan sesuatu ke dalam mata adalah hal yang sebelumnya amat sangat gue hindari.

Nah, urusan kewongan ini bikin gue mau ga mau HARUS nyoba pake softlens karena ga mungkin banget kan gue udah kece-kece pake wedding gown atau kebaya, eh tetep pake kacamata. Bayanginnya langsung drop. Kalo lepas kacamata doang tanpa softlens, sepanjang resepsi dijamin gue rabun karena mata gue minus 5.

Karena nggak berani makenya, niat untuk beli softlens pun selalu ditunda-tunda. Namun, memang Tuhan memberikan jalan…. gue ditugaskan menjajal produk baru Acuvue. Jeng jeng jeng jeeeeeeng….!!!!

Gue udah sempat mengoper tugas ini ke Joey dan Peo, tapi mereka menolak karena ngeri pake softlens. Jadinya, tetap gue yang menjalankan tugas mulia tersebut. Akhirnya, di siang hari yang cerah, berangkatlah gue ke Optik Melawai GI untuk bertemu PR Acuvue.

Momen mengerikan pun tiba. Setelah periksa minus mata, gue harus mencoba softlensnya. Setelah cuci tangan, gue duduk manis di depan cermin, meletakkan softlens di ujung telunjuk kanan, membuka mata kanan lebar-lebar dengan tangan kiri, mendekatkan softlens ke mata kanan, daaaaaan….. mata gue langsung merem sebelum softlens masuk ke mata.. dan itu terjadi berulang-ulang..

Karena putus asa, gue pasrah ketika Dyan dari Agrakom (PR-nya Acuvue) memberi solusi supaya mas optiknya aja yang makein. Setelah berjuang bersama mas-mas optik selama 15 menit, softlens berhasil terpasang di mata gue!!! Saat itu, gue pengen banget nebar confetti.

Hebatnya, si Acuvue ini tampaknya emang cocok buat pengguna baru softlens. Di mata sama sekali ga terasa ganjel. Mata gue yang sangat sensitif pun cocok banget pake softlens ini. Dan keuntungan lainnya, dia adalah soflens harian jadi pas buat gue yang belum punya pengalaman melepas softlens. Kenapa gue bilang gitu? Ini sebabnya:

Liat kan betapa hancurnya salah satu softlens? Itu karena gue ga bisa mengeluarkannya dari mata secara benar, hahahaha… Ditambah lagi, gue geregetan banget karena ga bisa-bisa ngambil softlensnya dari mata. Soalnya, setiap jari mau masuk ke mata, lagi-lagi gue merem. Asli, momen melepas softlens bagi gue lebih menyeramkan daripada masangnya. Gue sampe nonton video tuturial acuvue di Youtube, trus minta petunjuk ke Vini dan Lucky yang sering make softlens. Setelah berjuang berjam-jam (ini ga lebay, beneran berjam-jam!), akhirnya gue sukses mengeluarkannya dan karena geregetan, softlensnya langsung gue bejek-bejek. Bayangkan kalo gue makenya softlens bulanan… bisa tekor! Lagian, buat gue yang sering parno urusan kebersihan, softlens harian emang lebih enak.

Acuvue Define ini punya tiga warna, yaitu Accent Style (Black), Natural Shine (Gray Gold), sama Vivid Style (Brown). Gue pake yang Accent Styles sama Vivid Style soalnya terlihat natural di mata. Kalo katanya si pacar sih beneran ga kayak pake softlens. Satu kotak isinya 30 biji alias 15 pasang. Untungnya minus mata kanan sama kiri gue sama jadi nggak ribet makenya. Dan inilah yang gue punya:

Gue punya empat kotaaaak… muahahahaha… berasa horang kayaaa…

Oia, karena sudah lebih sering makenya, gue pun lebih beradab ketika melepasnya. Bahkan di hari kedua gue make softlens, pas gue lepas pun ga pake adegan bejek2 lagi.. tapi tetep belom jago banget sih.. Sampe sekarang tetap butuh waktu juga kalo buat masang sama ngelepasinnya. Cuma setidaknya, ga selama di waktu pertama make. Oia, gue selama ini makenya juga tanpa pake obat tetes sama sekali dan masih tetap nyaman di mata. Nggak berasa kering atau perih meskipun dipake lebih dari 10 jam. Memuaskan banget deh pokoknya. Makanya, gue sangat merekomendasikan softlens ini buat para hadirin yang baru mau menggunakan softlens untuk pertama kalinya. Selamat mencoba!

PS: Ini bukan review berbayar.. sesekali aja pengen berasa beauty blogger.. haha.. sekian dan terima kasih..

salam olahraga!

Review Minimalis: Permata Catering, Wifa, Hendra Pelangi, Nendia Primarasa

(image: http://vi.sualize.us/)
(image: http://vi.sualize.us/)

Gue masih belum dalam mood bercerita tentang konser 1D. Mungkin nanti di postingan setelah ini. Kali ini, gue mau melanjutkan dulu ngomongin hal-hal terkait kawinan. Huft.

Urusan gedung udah beres. Akhirnya, gue dan si pacar memilih Langen Palikrama, Pegadaian. Sebenarnya, emang langsung jatuh cinta pada pandangan pertama sih waktu itu. Gedungnya yang terlihat klasik bikin keren.

Masalah gedung terselesaikan, kini kami ribet nyari katering yang pas. Beberapa katering yang udah kami ikutin test foodnya adalah Permata Catering, WIFA, Nendia Catering, dan Hendra Pelangi. Hmm, sebenernya kalo Hendra Pelangi nggak dihitung test food resmi sih. Soalnya, kami nyoba pas lagi survei Gedung Cawang Kencana hehehe. Tapi itu pun langsung bertekad ga mau pake katering ini karena jorok. Pas nyoba somay, mas-masnya nuangin bumbu belepotan kena taplak. Kesannya jadi berantakan banget.

Nah buat yang Permata, Wifa, dan Nendia, kami memang dapet undangan langsung dari para marketingnya. Soal rasa, ketiganya memuaskan. Suka sama Wifa karena orang kateringnya ngejagain makanannya nggak cuma di gubukan-gubukan, tapi juga di bagian puding dan buah-buahan. Biasanya kan kalo di kawinan, bagian dessert ini ga pernah ada yang jaga jadi terkadang suka ada lalat-lalat nakal (ya mungkin ini tergantung gedungnya juga sih). Kalo ada mas-masnya, paling nggak pas ada lalat, mereka tinggal mengibaskan tangan untuk mengusir.

Kekurangan Wifa adalah… nggak menyediakan rekanan bridal yang cocok dan jarang dipake untuk nikahan konsep internasional. Gue sama pacar emang niatnya mau pake dress dan jas aja. Nah, rekanan rias pengantin sama busana si Wifa ini cuma Ratu Wedding yang fokusnya untuk kawinan tradisional. Paketan kateringnya pun nggak ada yang internasional.

Sekarang di saat gue sedang menimbang-nimbang antara Permata dan Nendia, muncullah keinginan untuk menjajal Nabilla Catering. Bukannya makin mengerucut malah makin banyak mau deh gue. Hiks. Aku pusing…

😥

OMG! I’m a Directioner!!!

Iya.. itu ga salah judul.. Hhh.. Di usia matang menjelang kepala tiga ini, gue seperti mengalami puber kedua. Gue jatuh cinta banget sama boyband yang isinya anak-anak ABG… One Direction. Huft.

Di kantor, gue selalu mencibir Vini dan Mei yang mendadak suka K-Pop, padahal sebelumnya ga tertarik sama sekali. Bagaikan karma, gue pun mengalaminya.

Berawal dari si Vini yang tiba-tiba membawa hasil tulisan sepupunya tentang One Direction. Itu terjadi kayaknya dua tahun lalu. Sepupunya Vini itu suka sama 1D dan membuat profil mereka dengan maksud dikirim ke majalah GADIS. Lalu dengan songongnya, gue berkata, “Yaelah, apa kerennya sih 1D? Banyak banget yang suka! Emang bagus?”

Saat itu, pengetahuan gue tentang 1D hanya sebatas mereka jebolan X-Factor dan salah satu personelnya ada yang bertampang Arab bernama Zayn. Selebihnya nihil. Akhirnya karena penasaran, gue carilah video klip mereka di Youtube. Gue nonton What Makes You Beautiful.

Ketika mereka masih sangat belia...
Ketika mereka masih sangat belia…

Oke, ternyata gue udah sering denger lagunya tapi ga pernah liat video klipnya. Karena lagunya udah akrab di kuping, acara menonton video klip pertama itu berlangsung sangat lancar. Bahkan terlalu lancar sampai gue memutarnya berulang-ulang!

Dari satu video klip, gue pun beralih ke video klip lainnya. Saat itu, gue cuma bisa berkomentar ke Vini, “Oh, ternyata lagunya emang lumayan sih, Vin. Mukanya juga lucu-lucu”. Ketika ngomong gitu, gue bahkan masih ga bisa bedain muka Liam Payne sama Harry Styles yang jelas-jelas beda jauh. Yang bisa gue kenal tetap saja hanya Zayn.

Dari nonton video klipnya, gue mencoba mencari tahu siapa aja nama personelnya. Gue juga menonton perjalanan mereka di X-Factor, sodara-sodara! Nggak ketinggalann cek Google Images buat liat macam-macam gaya mereka.

Besoknya, gue kembali menonton  What Makes You Beautiful. Tapi kali ini dilanjutkan dengan mendonlot lagu-lagu 1D di album pertama. Gw ga mungkin beli dong. Kan baru suka doang. Ngapain juga bela-belain beli. Mendonlot pun tanpa merasa bersalah.

Nah, usaha mendonlot satu album inilah yang akhirnya membuat gue mulai terlena. Gue setiap hari jadi dengerin lagu mereka. Gue jadi hafal nama-nama mereka dan mulai tertarik dengan salah satu personelnya… Louis Tomlinson.

Melihat gue mulai antusias terhadap 1D, Mbak Alice menugaskan gue menulis artikel Selebriti tentang mereka. Pengetahuan gue tentang 1D pun semakin terasah karena buat nulis itu gue harus nyari-nyari berita detail tentang mereka. Gue mulai tahu kalo Liam phobia sendok, Zayn ga bisa berenang, dan Niall merasa makanan adalah belahan jiwanya, ha ha ha.

Hari berganti hari, tahun pun berganti tahun, gue semakin cinta sama 1D sampai akhirnya, tahun lalu dapet kabar dari anak marketing kalo 1D mau konser di Indonesia. Gue dan Mbak Alice (yang cinta juga sama 1D kayak gue) pun bertekad membeli tiketnya. Yang nggak pernah gue bayangkan sebelumnya, saat momen penjualan tiket offline diadakan, gue niat banget ke Kota Kasablanka jam stgh 4 pagi demi ngantre tiket dan sendirian! Gue juga ga abis pikir kenapa gue bisa sampe segitunya. Bahkan Vini sampe takjub. Maklum, dia kan saksi perjalanan cinta gue terhadap 1D, ha ha ha.

Setelah momen pembelian tiket itu, kecintaan gue semakin menjadi. Gue beli CD mereka dari album pertama plus DVD-DVD konser mereka. Semua original karena sekarang udah muncul perasaan bersalaha kalo beli bajakannya. Tuh kan, liat betapa freaknya gue sekarang… Meja kerja gue di kantor pun dilengkapi gambar 1D, terutama Louis.

Si ganteng Louis Tomlinson *histeris*

Untungnya, pacar mendukung kelakuan gue yang tampak ga inget umur ini. Dia pun pasrah ketika laptopnya gue masukin lagu-lagu 1D. Bahkan, dia mau nemenin gue nonton film 1D This is Us di Blitz, ha ha ha. Dia sih bilang nggak masalah gue beli macam-macam tentang 1D selama itu bukan yang dipake dan terlihat jelas. Jadi, dia nggak akan mau gue beli T-Shirt bergambar atau bertuliskan 1D atau pake softcase HP 1D, atau apa pun yang bisa keliatan…. Ya gue juga masih inget umur sih kalo masalah itu..

Oia, nantikan kisah konser sekaligus momen patah hati ditinggal Zayn di postingan berikutnya…

Sebagai penutup, kuberikan gambar 1D ini…

Masih berlima.. hiks...
Masih berlima.. hiks…
Image: www.j-14.com
Image: http://www.j-14.com
Hi, Louis! (image: www.orlandosentinel.com)
Hi, Louis!
(image: http://www.orlandosentinel.com)

Review: Cawang Kencana, BKOW, Pegadaian, & Dharma Wanita

Meskipun ga punya tanggal jadian, gue dan si pacar sudah bisa mengira-ngira, menelaah, dan meyakini bahwa tahun 2015 ini adalah tahun ketujuh kami bersama. Kami pun akhirnya memutuskan mulai siap-siap menuju jenjang selanjutnya. Tsaelaaaah.. *tumplak dung ces*

Kalau biasanya pihak cewek yang semangat atau getol ngajak nikah, yang terjadi pada kami adalah sebaliknya. Si pacar malah lebih semangat, mulai dari ngajak ke wedding fair, ngintip-ngintip toko emas dengan tatapan nanar, sampai mensurvei gedung. Mungkin dia takut rambut gue keburu memutih semua kali. *btw, rambut gue emang mulai ada ubannya meski cuma sehelai dua helai.. hiks.. :'(*

Setelah perjuangan milih gedung yang tak tentu rimbanya via online, kami akhirnya hanya sempat keempat gedung, yaitu Cawang Kencana, BKOW, Langen Palikrama, dan Dharma Wanita. Berhubung dana pernikahan beneran dari tabungan kami berdua doang tanpa bantuan keluarga, jadi alangkah baiknya Anda yang membaca blog ini memberikan bantuan berupa dana tunai benar-benar harus bijak memilih agar dapat yang tepat.

Nah, sekarang gue mau memberikan review plus bocoran harga sewa empat gedung itu untuk tahun 2015. Cekidot!

Pas dateng ke Gedung Cawang Kencana, gue langsung ga sreg. Soalnya untuk ke tempat resepsinya harus naik melalui tangga melingkar gitu. Kesannya emang mewah sih. Tapi repot banget harus naik-turun tangga karena pas resepsi, gubukan biasanya akan dipajang di lantai bawah. Kalo ga salah, harga sewanya 10,5 juta. Gue ga sempet foto jadi yang penasaran sama bentuk Gedung Cawang Kencana dan interiornya, silakan googling.

Gedung kedua yang gue survei adalah BKOW di Radin Inten. Harga sewanya 8,5 juta aja. Gedungnya bagus dan begitu masuk, AC-nya dingin jadi bikin betah. Tapi niat untuk memilih gedung itu pupus karena lokasinya yang susah ditempuh. Dari Kalimalang sih lebih enak rutenya. Tapi kalo nyuruh tamu melewati kemacetan Kalimalang yang haram jadah banget di malam minggu, tampaknya gue ga tega. Konon kabarnya lagi, BKOW ini katanya chargenya cukup besar. Belum sempet memastikan lagi sih karena udah langsung membatalkan diri ngadain acara di situ.

Gedung ketiga yang kami kunjungi adalah Gedung Langen Palikrama Pegadaian. Lokasinya di Jalan Kramat–Salemba sanaan dikit.
Harga sewanya 10 juta. Gedungnya model lama gitu ala-ala gedung peninggalan Belanda. Parkirannya bisa muat sampai 300 mobil. Ini beberapa penampakannya:

image

image

image

image

image

image

Berlanjut ke gedung keempat, yaitu Dharma Wanita di Rasuna Said. Deket sama kantor dan pernah dipake Femina Group buat halalbihalal abis Lebaran. Harga sewa 8,8 juta dan gedungnya ciamik banget, tapiiiii parkiran cuma muat 80 mobil, sodara-sodara! Jadi tamu harus parkir di luar gedung, di jalan gitu. Tapi, disediain satpam buat ngatur mobil yang parkir di luar sih katanya. Ini penampakannya…

image

image

image

image

image

image

Nah, sekarang ini, tinggal Dharma Wanita dan Langen Palikrama yang mengganggu ketenangan batin kami. Bingung milihnya!
Huft.

Oia, foto-foto di atas belum sempat diwatermark atau apa pun itu yang menandakan foto milik gue pribadi. Jikalau ada yang mengambil untuk diposting ulang, bolehlah sekiranya mencantumkan sumbernya. Kalo ga nulis, gue sumpahin rambut lo menipis. *kalem*

Aku Kembaliiii..

Jumpa lagiii.. jumpa Njoph kembaliii..

Yak.. setelah hampir setahun meninggalkan blog ini tanpa jejak, gue memutuskan akan kembali rajin menulis kalo inget. Duh, padahal udah punya aplikasi wordpress mobile di HP lho.. apa daya niat menulis lebih sering kuncup daripada mengembang. Semoga niat mulia gue kali ini akan terlaksana dengan baik yaaa.. mari diaminin bareng-bareng..

AMIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIN!!!

Oia, sebelum kelupaan, gue mau mengucapkan:

image

Semoga semua hal yang baik akan datang untuk kita semua! Mari kembali mengaminkan dengan semangat!
AMIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIN!

Oleh-oleh dari Artphoria

image

image

image

image

image

Yaaaak.. itulah hasil main-main ke Artphoria di Lotte Shopping Avenue beberapa waktu lalu. Jadi ini tuh pameran lukisan tiga dimensi karya Kurt Wenner. Semua lukisan emang sengaja dipamerkan buat difoto bareng pengunjung. Malah ada mba-mba di samping setiap lukisan yang bisa diminta bantuan untuk memfoto. Memudahkan sih.. cuma kehadiran mba-mba itu terkadang juga bikin foto yang posenya udah keren jadi zonk banget seperti ini:

image

Alhasil, si pacar sangat kecewa melihat hasil foto tersebut.. hahaha..